Hahahahah, u know what?? I think im gonna be the happiest one in this world cuz it's been a long time im not postin to my blog. Anyway, saya punya cerita menarik seputar pengalaman saya pada hari Minggu, 6 April 2014 kemarin di mana SMAN 1 Purworejo kedatangan tamu istimewa dari Nippon (Japan) dan Belgium. Mereka adalah siswa pertukaran pelajar AFS yang di tempatkan di Semarang. Mereka bernama Shino Abe (Jepang) dan Sarah Mitchell (Belgium) dan mereka semua perempuan. Shino-san ditempatkan di SMAN 9 Semarang sedangkan Sarah di SMAN 4 Semarang untuk menimba ilmu selama setahun (Apa kebalik ya, SMA-nya?? Nevermind, I ain't care :p ). Mereka berada di Semarang sejak bulan Agustus 2013 dan mereka akan kembali ke negara masing-masing sekitar bulan Juli 2014. Mereka sudah bisa berbahasa Indonesia meskipun belum fasih. Pastinya, mereka akan kembali dengan membawa sejuta kenangan dari Indonesia, negara tercinta kita ini :D . Mereka berada di SMAN 1 Purworejo bertujuan untuk saling berbagi pemahaman budaya. Di Purworejo, Mereka sebenarnya tinggal 3 hari 2 malam. Tapi untuk kegiatan mereka fokus hanya satu hari, yaitu pada Hari Minggu. Mereka di Purworejo tinggal bersama host parents sementara. Mereka di sini juga tidak sendiri, ada pihak pendamping dari AFS juga.
Pada hari Minggu pagi, mereka melakukan kegiatan olahraga bersepeda bersama anggota OSIS/MPK SMAN 1 Purworejo, Pendamping AFS, guru. Well, saya bukan anak OSIS tp kebetulan boleh ikut soalnya lagi kekurangan anak :v . Kami bersepeda dari sekolah lalu mengitari alun-alun dan akhirnya kami sarapan di sebuah warung makan di dekat Stasiun Lama, Purworejo. Kami memesan soto yang rasanya sangat manis. Setelah Selesai makan, kami kembali ke sekolah dengan bersepeda. Jaraknya cukup jauh, namun tidak terasa lelah sama sekali karena kami di perjalanan juga saling berbagi dengan Shino dan Sarah. Nah, ini dia cerita mereka setelah saya wawancarai. Hehehehe,
1. Shino Abe (Japan)
Ya, Shino Abe. Dia adalah siswi yang berasal dari Hokkaido, sebuah nama pulau di Jepang (dia ga kasih tau tempat dia tinggal scr spesifik sihh :v). Dia orangnya seperti foto di atas, unyu bgtz, muehehehe XD. Dia bilang sekarang di Hokkaido sedang musim semi, suhunya 20 derajat celcius. Kalau musim panas di Jepang suhunya bisa sampai 40 derajat celcius, sama ya kayak di Indonesia. Dia di sini duduk di kelas XI SMA, sedangkan di Jepang dia juga kelas XI SMA.
Shino bercerita kalau di SMA, dia sehari-harinya pergi ke sekolah pakai mobil Namun dia cerita kalau di Jepang kebanyakan orang lebih suka bepergian memakai sepeda. Tidak hanya sepeda, transportasi umum juga sangat digemari di Jepang. Dia bercerita sangat berbeda di Indonesia di mana kalau di sini banyak sekali kendaraan. Inilah yang sebenarnya membuat dia cukup khawatir saat bersepeda di hari Minggu karena mungkin taku tertabrak. But All is well :) . Di Jepang, dia bersekolah dari jam 9 pagi sampai pukul 5 sore. Ada belasan pelajaran yang dia pelajari setiap harinya seperti Bahasa Jepang, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris, Bahasa Perancis, Teknologi, dan lain-lain. Katanya siswa di Jepang harus menguasai teknologi karena hampir semua bidang di Jepang tidak terlepas dari pran teknologi (baca: robot). Bahkan, kata pendampingnya Sarah, kalau mau belajar di Jepang kita tidak hanya belajar bahasanya tapi juga harus bisa teknologi. Katanya di bidang kesehatan, kalau mau operasi bedah misalnya, dilakukan oleh robot, sedangkan manusia hanya mengoperasikan komputer. WOW.
Tak hanya itu, kita juga berbicara mengenai Harajuku. Kita tahu bahwa Harajuku adalah ikon internasional Jepang di mana kebanyakan anak muda memakai baju cosplay dan dandanan aneh-aneh di sana, mulai dari rambut, make-up, dll. Mereka para pelaku Harajuku adalah daya tarik turis seluruh dunia ketika berwisata ke Jepang. Namun, Shino-san sendiri menyebutkan bahwa mereka itu "CRAZY". Dia tidak suka mereka karena mereka aneh. Usut demi usut, ternyata mereka-mereka para pelaku Harajuku adalah mereka yang berasal dari menengah kebawah sedangkan yang tidak suka Harajuku adalah rata-rata menengah ke atas. Atau dengan kata lain, mereka, pelaku Harajuku, dipandang sebelah mata juga di sebagian pihak.
Ada lagi nihh, kalau di Indonesia saat kelulusan kan menerima nilai hasil belajar juga. Sedangkan di Jepang tidak. Lalu, kalau saat kelulusan setiap siswa di Jepang menerma trofi. Shino sangat suka di Indonesia karena lautnya cantik juga budaya tradisional yang banyak di Indonesia. Sedangkan di Jepang, tidak ada budaya daerah. di seluruh Jepang budayanya sama. Wah, kita harus makin bangga dong jadi orang Indonesia XD.
2. Sarah Mitchelle (Belgium)
Yak, Sarah Mitchelle, siswa AFS yang berasal dari Belgia, dia ditempatkan di Indonesia ternyata setelah di Belgia dia sudah lulus XD . Sama seperti Shino, dia ditempatkan di Semarang bertujuan untuk mempelajari budaya Indonesia. Wisata kuliner dan Hanging-Out ke berbagai kota juga dijajal oleh Shino dan Sarah untuk mempelajari budaya. Maaf ya, saya ga sempet foto2 sama Sarah, soalnya Shino lbh unyu daripada Sarah. But, what she told me about everything in Belgium is makin me interestin with Belgium. Sama seperti Jepang, di Belgia terdapat 4 musim. Di sana berlaku 3 bahasa, yaitu Jerman, Belanda, dan Perancis. Umumnya orang Belgia bagian utara meggunakan Bahasa Belanda, Selatan Perancis, sedangkan Jerman dipakai oleh orang minoritas, yakni sekitar 70.000 orang.
Sarah sudah lulus dari SMA-nya di Belgia. Tidak jauh beda dengan Indonesia, di sana Sarah belajar belasan mapel seperti Bahasa Perancis, Bahasa Belanda, Fisika, Kimia, MTK, Sejarah, dll. Kehidupan sekolah di sana dimulai pukul setengah 9 pagi sampai pukul 4. Faktanya, di Belgia sekolah-sekolah tidak terdapat ekskul. Jadi, kalau seoran siswa ingin mengembangkan bakatnya dia bisa mengikuti klub olahraga bagi yang minat olahraga, atau kursus-kursus lain. Paling cuma ada pramuka di Belgia, hanya saja tidak rutin, hanya berlaku bagi anak-anak yang suka pramuka di sekolah.
Soal budaya, Belgia tidak memiliki budaya seperti halnya Indonesia. Malah, nilai plus Belgia adalah hanya terletak pada bagian sejarah. Museum-museum di Belgia adalah tempat nongkrong anak muda. Beda dengan Indonesia yang biasanya nongkrong di mall XD. Belgia itu kaya sekali akan sejarah, mulai dari asal-usul dahulu Belgia hingga terbentuknya Belgia. Namun anehnya Sarah sendiri bahkan tidak mengetahui makna bendera kebangsaannya. Lagu kebangsaannya juga tidak tahu. Sangat berbeda dengan Indonesia dan Jepang ya. Tapi bagaimanapun kita harus tahu bahwa setiap negara memiliki cara yang berbeda untuk menanamkan nasionalisme negara masing-masing. Namun catatan penting yang harus kita ambil dari Belgia bahwa kita harus mencintai sejarah negara kita sendiri. Ingatlah apa yang dikatakan Soekarno dulu , JAS MERAH (JAngan Sekali-kali MElupakan sejaRAH), okay?? :D . Sarah juga bercerita kalau di Belgia, tahun baru adalah momen yang sangat dinanti-nanti oleh masyarakat Belgia. Tahun baru adalah momen yang sangat tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan saling berbagi kasih. Berbeda dengan Indonesia yang mana event tahun baru di negara kita tidak terlalu se-WOW Belgia (Maza seeehh :v ). Hadirnya musim panas pun juga hal yang dinanti-nanti di Belgia. Namun, kebanyakan anak muda di Belgia merayakan musim panas dengan melakukan pesta pora. Kebanyakan mereka " Doing Dirty" saat pesta (U know what I mean ;) )
Wah, senang sekali rasanya bertemu mereka. Banyak hal yang bisa dijadikan palajaran untuk saya dan para pembaca pada umumnya, bagaimana kita seharusnya mengambil hal yang positif, dalam hal ini negara Belgia dan Jepang untuk memajukan negara kita sendiri, Indonesia.
Author : Hanif Plantae from Blogofhanif.blogspot.com
0 komentar :
Posting Komentar